Dec 032010
 

Mountain-climbing can be an amazing or a nightmarish experience, depending on the person. Being naturally clumsy and having an aversion to exercise (although blessed with good metabolism), I had long tended to subscribe to the latter view.

A sight to behold! Climbing Mount Kinabalu is, for many, a spiritual experience.

Strangely, however, when presented with the opportunity to scale Borneo’s tallest mountain, I jumped at the chance. If there was any peak with the power to make me a believer, it would have to be Mount Kinabalu.

Known as Gunung Kinabalu in Malay, it stands a daunting 13,435 feet – that’s 4,095 metres – above sea level. The national park which shares its name is home to almost 5,000 species of plants, birds and mammals and has been listed by Unesco as a World Heritage site.

Continue reading »

Nov 182010
 

Kemarin melihat berita tentang pendakian Merapi oleh pendaki Belgia dengan guide 3 relawan. Tidak habis pikir, mengapa mereka mau mendaki Merapi saat status Awas belum dicabut. Untuk keperluan ilmiah atau sekadar kepuasan pribadi?

Beritanya bisa dilihat disini.

Nov 072010
 

pohon pinus by Zachri

Pohon ternyata memiliki kemampuan menyerap polutan di udara lebih banyak daripada perkiraan. Demikian hasil penelitian kolaborasi antara ahli genetika tumbuhan dan ilmuwan yang mempelajari udara. Hasil penelitian ini akan dilaporkan pada Science Express edisi 21 Oktober.

Untuk melakukan penelitian ini, Thomas Karl dari National Center for Atmospheric Research, Amerika Serikat, meletakkan suatu alat berukuran mesin cuci di beberapa hutan terpencil di seluruh dunia. “Tujuan kami menganalisis udara di tempat terpencil adalah untuk mendapatkan gambaran yang benar-benar natural,” kata Karl.

Penelitian itu mengungkapkan kalau tanaman yang secara berkala memperbarui daunnya menyerap sepertiga polutan, yang sudah tercampur dengan oksigen, lebih banyak. Polutan tersebut biasanya dihasilkan oleh hasil pembakaran.

Hasil penelitian ini berguna untuk mengetahui berbagai isu lingkungan di seluruh dunia. Hasil ini juga bisa dipakai untuk membangun model sistem Bumi yang berkaitan dengan pemanasan global. “Bisa juga dipakai sebagai model untuk membersihkan udara kota,” kata Chhandak Basu dari University of Northen Colorado, Amerika Serikat, kepada Discovery News.

Sumber: Discovery News